Postingan

Persija dan Upaya To The Next Level di Tengah Liga yang Tak Kemana-mana

Ketika tulisan ini dibuat, Persija baru saja mengumumkan rekrutan anyar baru mereka: Maciej Gajos! Seorang gelandang berkebangsaan Polandia yang telah lama malang melintang di Ekstralaksa, sebuah liga yang pemain wonderkid terbaik kita kala itu saja gagal mendapat menit bermain optimal. Ditambah dengan pengalaman sebagai kapten tim, tentunya diharapkan kehadiran pemain berusia 32 tahun itu bisa membawa suasana kedewasaan dan turut memberikan arahan bagi para pemain lokal lainnya.  Tentunya ini merupakan sebuah berita yang telah lama dinanti. Tidak begitu mengagetkan memang (mengingat beberapa info tentangnya sudah bocor duluan), tapi yang pasti melegakkan. Setidaknya upaya untuk menuju tahapan next level itu masih ada. Kini, Gajos; rekrutan yang akan datang; dan Persija harus menghadapi masalah yang lebih besar. Membawa tim ini benar-benar to the next level . Perjalanan ini tidak akan mudah, mengingat musim lalu yang seharusnya menjadi landasan justru berakhir berantakan akiba...

Menulis, Perkara Gampang. Begitu Revisi, Pening Kepala.

Draf revisi tugas akhir baru saja saya terima. Satu persatu halaman saya buka, kian sedikit instruksi perbaikan yang diberikan. Sampai akhirnya, mata ini menjumpai bab 3 dan menemukan coretan berwarna jingga mewarnai tiga halaman. Di sampingnya, ada catatan kecil yang bisa diringkas menjadi sepatah kata berbunyi "ganti!". Seketika peninglah kepala ini. Sumpah serapah saya umukan kepada dosen pembimbing sendiri. Sebab bagaimana mau diganti jika memang begitu teori dari si penulis itu sendiri? Bagai menemui bom gas beracun, saya memutuskan untuk menutup rapat lembaran-lembaran itu. Mengabaikannya hingga berhari-hari kemudian dan mencari kesibukan lain semacam bekerja paruhan atau sekedar tidur-tiduran. Kesehatan saya lebih penting daripada harus berhadapan dengan revisi tak masuk akal itu. Saya masih ingin hidup lebih lama! "Tik tik tik tiktiktiktik." Suar itung mundur bom itu kian berbunyi cepat dari hari ke hari. Pada akhirnya saya dipaksa untuk menghadapinya, meski...

Satu Lagi Tulisan yang Bikin Saya Muak

Besar di lingkungan pers kampus, saya banyak dipertemukan dengan orang-orang yang hobi mikir. Ditambah dengan ideologi UKM yang bernafas pergerakan, aktivitas mikir itu kebanyakan berisi perlawanan dan kritik atas pemangku kebijakan. Selanjutnya, tentu saja hasil mikir itu berakhir jadi tulisan di laman, perkara ada yang ngajak "ngopi" atau di- repost  sama Badan Eeksekutif Mahasiswa itu perkara belakangan. Namun saya kadang agak jengah, terutama pada konstruksi berpikir teman-teman yang cenderung "whataboutism" . Sesuai namanya, what-about-ism adalah sebuah teknik argumentasi yang membelokkan fokus suatu fakta dengan mengarahkannya pada hal lain. Tulisan kawan saya yang baru saja terbit di laman kali ini juga tak lepas dari nuansa whataboutism . Dimulai dengan pembahasan mengenai kehadiran timnas Argentina ke Indonesia dan dilanjutkan dengan nyinggung tragedi Kanjuruhan yang tertangani dengan buruk dan protas-protes bahwa FIFA Matchday itu tak sepatutnya diadakan k...