Persija dan Upaya To The Next Level di Tengah Liga yang Tak Kemana-mana
Ketika tulisan ini dibuat, Persija baru saja mengumumkan rekrutan anyar baru mereka: Maciej Gajos! Seorang gelandang berkebangsaan Polandia yang telah lama malang melintang di Ekstralaksa, sebuah liga yang pemain wonderkid terbaik kita kala itu saja gagal mendapat menit bermain optimal. Ditambah dengan pengalaman sebagai kapten tim, tentunya diharapkan kehadiran pemain berusia 32 tahun itu bisa membawa suasana kedewasaan dan turut memberikan arahan bagi para pemain lokal lainnya.
Tentunya ini merupakan sebuah berita yang telah lama dinanti. Tidak begitu mengagetkan memang (mengingat beberapa info tentangnya sudah bocor duluan), tapi yang pasti melegakkan. Setidaknya upaya untuk menuju tahapan next level itu masih ada.
Kini, Gajos; rekrutan yang akan datang; dan Persija harus menghadapi masalah yang lebih besar. Membawa tim ini benar-benar to the next level. Perjalanan ini tidak akan mudah, mengingat musim lalu yang seharusnya menjadi landasan justru berakhir berantakan akibat tragedi dan kemalangan yang menimpa klub maupun liga Indonesia. Setidaknya ada harapan bahwa peristiwa pahit itu akan menjadi pelajaran untuk berubah.
Upaya ini juga sayangnya masih menemui jalan terjal yang sama: liga yang urung membaik. Memang sebelumnya telah diadakan pertemuan di kalangan PSSI dan klub (koreksi saya kalau salah) akan hal-hal apa saja yang harus diperbaiki di sistem pertandingan Liga 1. Namun hingga pelaksanaan musim 2023/2024 berjalan, rasanya belum begitu banyak perubahan yang hadir. Malah hampir tidak ada dan justru terasa stagnan. Terutama dari wasit dan broadcast pertandingan yang sebelumnya disorot oleh Erick Thohir sendiri.
Melihat hal ini tentu menimbulkan pesimis baru, setelah munculnya optimis. Bahwa klub boleh saja berbicara ini itu atau akan begini begitu, tapi ketika liga tidak kemana-mana? Ya, to the next level mungkin hanya angan-angan belaka yang tiap tahun muncul dan berganti nama.
Apapun itu, kepada Persija saya ucapkan untuk tidak patah arang dan rayakan diangkatnya lagi panji to the next level itu. Diawali dengan kehadiran Gajos, sang eks kapten yang tentu diharapkan akan membawa kepemipinan dan bimbingannya di lapangan maupun latihan. Sebagaimana Kudela yang tak bisa lepas dari jiwa mudanya selama jadi kapten di Slavia Praha dan kerap memarahi ketololan para pemain lokal yang bergerak tak sesuai arahan.
Witamy Gajos!
Komentar
Posting Komentar