Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Menulis, Perkara Gampang. Begitu Revisi, Pening Kepala.

Draf revisi tugas akhir baru saja saya terima. Satu persatu halaman saya buka, kian sedikit instruksi perbaikan yang diberikan. Sampai akhirnya, mata ini menjumpai bab 3 dan menemukan coretan berwarna jingga mewarnai tiga halaman. Di sampingnya, ada catatan kecil yang bisa diringkas menjadi sepatah kata berbunyi "ganti!". Seketika peninglah kepala ini. Sumpah serapah saya umukan kepada dosen pembimbing sendiri. Sebab bagaimana mau diganti jika memang begitu teori dari si penulis itu sendiri? Bagai menemui bom gas beracun, saya memutuskan untuk menutup rapat lembaran-lembaran itu. Mengabaikannya hingga berhari-hari kemudian dan mencari kesibukan lain semacam bekerja paruhan atau sekedar tidur-tiduran. Kesehatan saya lebih penting daripada harus berhadapan dengan revisi tak masuk akal itu. Saya masih ingin hidup lebih lama! "Tik tik tik tiktiktiktik." Suar itung mundur bom itu kian berbunyi cepat dari hari ke hari. Pada akhirnya saya dipaksa untuk menghadapinya, meski...

Satu Lagi Tulisan yang Bikin Saya Muak

Besar di lingkungan pers kampus, saya banyak dipertemukan dengan orang-orang yang hobi mikir. Ditambah dengan ideologi UKM yang bernafas pergerakan, aktivitas mikir itu kebanyakan berisi perlawanan dan kritik atas pemangku kebijakan. Selanjutnya, tentu saja hasil mikir itu berakhir jadi tulisan di laman, perkara ada yang ngajak "ngopi" atau di- repost  sama Badan Eeksekutif Mahasiswa itu perkara belakangan. Namun saya kadang agak jengah, terutama pada konstruksi berpikir teman-teman yang cenderung "whataboutism" . Sesuai namanya, what-about-ism adalah sebuah teknik argumentasi yang membelokkan fokus suatu fakta dengan mengarahkannya pada hal lain. Tulisan kawan saya yang baru saja terbit di laman kali ini juga tak lepas dari nuansa whataboutism . Dimulai dengan pembahasan mengenai kehadiran timnas Argentina ke Indonesia dan dilanjutkan dengan nyinggung tragedi Kanjuruhan yang tertangani dengan buruk dan protas-protes bahwa FIFA Matchday itu tak sepatutnya diadakan k...