Menulis, Perkara Gampang. Begitu Revisi, Pening Kepala.
Draf revisi tugas akhir baru saja saya terima. Satu persatu halaman saya buka, kian sedikit instruksi perbaikan yang diberikan. Sampai akhirnya, mata ini menjumpai bab 3 dan menemukan coretan berwarna jingga mewarnai tiga halaman. Di sampingnya, ada catatan kecil yang bisa diringkas menjadi sepatah kata berbunyi "ganti!". Seketika peninglah kepala ini. Sumpah serapah saya umukan kepada dosen pembimbing sendiri. Sebab bagaimana mau diganti jika memang begitu teori dari si penulis itu sendiri? Bagai menemui bom gas beracun, saya memutuskan untuk menutup rapat lembaran-lembaran itu. Mengabaikannya hingga berhari-hari kemudian dan mencari kesibukan lain semacam bekerja paruhan atau sekedar tidur-tiduran. Kesehatan saya lebih penting daripada harus berhadapan dengan revisi tak masuk akal itu. Saya masih ingin hidup lebih lama! "Tik tik tik tiktiktiktik." Suar itung mundur bom itu kian berbunyi cepat dari hari ke hari. Pada akhirnya saya dipaksa untuk menghadapinya, meski...